Guru IPA Kota Cimahi Dalami Teknologi Kultur Jaringan
Cimahi, 18 November 2025 — Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA Kota Cimahi melaksanakan kunjungan edukatif ke Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Sayuran (BRMP Sayuran) Lembang, sebagai bagian dari program penguatan pembelajaran berbasis pengalaman langsung, khususnya dalam bidang bioteknologi kultur jaringan dan rekayasa pengembangbiakan tanaman.
Kegiatan ini diikuti oleh para guru IPA dari berbagai sekolah di Kota Cimahi. Melalui kunjungan tersebut, peserta mendapatkan kesempatan untuk mempelajari proses kultur jaringan, tahapan pengujian tanaman, serta teknologi yang dikembangkan dalam upaya menghasilkan varietas unggul di Indonesia.
Pada pembukaan kegiatan, Kepala BRMP Sayuran, Dr. Noor Roufiq Ahmadi, STP, MP, menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta. Ia mengapresiasi antusiasme para guru yang ingin belajar langsung mengenai teknologi pengembangbiakan tanaman. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kolaborasi antara lembaga penelitian dan tenaga pendidik merupakan langkah strategis untuk memperkuat literasi sains di sekolah serta meningkatkan pemahaman siswa terhadap inovasi pertanian modern.
Sementara itu, Ketua MGMP IPA Kota Cimahi, Euis Mintarsih, S.Pd., mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dari pihak BRMP Sayuran. Ia menekankan bahwa kunjungan ini sangat berarti bagi guru IPA yang memiliki latar belakang keilmuan beragam. Dengan melihat langsung proses kultur jaringan, guru dapat menghadirkan pembelajaran bioteknologi secara lebih konkret dan relevan di kelas. “Ketika guru memahami prosesnya secara nyata, materi yang disampaikan kepada siswa tidak lagi bersifat imajinatif, tetapi berdasar pada pengalaman langsung,” ujarnya.
Kegiatan berlanjut dengan pemaparan materi oleh Eko Setyawan, narasumber dari BRMP Sayuran, mengenai teknis perbanyakan kultur jaringan kentang. Peserta mempelajari tahapan kerja kultur jaringan, mulai dari pembuatan eksplan, proses sterilisasi, persiapan media kultur, hingga teknik perbanyakan in vitro.
Setelah sesi materi, para guru mengikuti praktik kunjungan ke laboratorium kultur jaringan, mengamati teknik aseptik serta pemeliharaan kultur tanaman. Kegiatan kemudian dilanjutkan ke screen house perbenihan kentang, tempat peserta menyaksikan proses aklimatisasi dan pembesaran bibit. Rangkaian aktivitas ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai alur produksi benih kentang berbasis bioteknologi.
Kegiatan ditutup dengan diskusi interaktif yang semakin memperkaya wawasan guru mengenai penerapan teknologi kultur jaringan dan pemuliaan tanaman sebagai bagian dari upaya pengembangan inovasi pertanian nasional.